Bupati Pesawaran Hadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan Way Lima

Pesawaran-Liputan Global News.Com : Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona K., S.T. menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Way Lima di Desa Way Harong, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Rabu (4/3/2020).

Dalam kegiatan Ini yang dihadiri seluruh kepala desa Se-Kecamatan Waylima dan OPD-OPD Pemkab Pesawaran dalam hal ini Bupati menyampaikan akan mengutamakan aset jalan pedesaan dan sarana pasar pedesaan.“DIHARAPKAN AGAR SECEPATNYA SETIAP DESA MENYIAPKAN LAHAN UNTUK PEMBANGUNAN SARANA PASAR PEDESAAN, Bupati juga mengimbau agar seluruh program disosialisasikan kepada seluruh perangkat desa dan dilakukan musyawah desa agar lancarnya program prasejahtera di setiap desa.

Untuk itu Dendi Ramadhona Bupati Pesawaran mengatakan, Dalam Kegiatan Musrembang tersebut adalah merupakan sebuah rencana yang besar dikabupaten pesawaran, sebuah proses untuk menentukan rencana kerja tahun 2020, dimana melalui proses inilah yang pada akhirnya akan melahirkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau Kabupaten pesawaran (APBD).

“Semua proses prencanaan nantinya harus mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2020 yang diawali dari Musrembang Kecamatan,” harapnya.

Menurut Dendi, Musrembang di Kecamatan Waylima yang diawali dari kecamatan Ingin hingga tingkat Kabupaten semua OPD harus membuat program-program prioritas atau Rencana Strategis (Renstra) serta Rencana kerja (Renja). Kemudian maka akan lahir Rencana Kerja Kepala Daerah (RKPD). “Penyusunan Renstra tersebut juga harus masuk pokok-pokok pikiran dari anggota legislatif, jelas Dendi.

Oleh Karena itu, Kedepan sistem perencanaan tidak boleh lagi anggaran yang masuk diluar dari perencanaan, karena semua kecurangan atau penyelewengan yang paling besar adalah perencanaan, oleh karena itu perencaaan itu harus betul-betul diprogramkan sebaik mungkin.
Ia menjelaskan lagi, setelah lahirnya RKPD kemudian baru diberikan kepada setiap SKPD dalam menyusun KUA-PPS kemudian baru RKA, selanjutnya baru lahir APBD, ini adalah semua proses yang sesuai dengan UU Nomor 25 Tahun 2004.

Untuk itu diharapkan sistem perencanaan daerah harus betul-betul berlaku, tidak boleh ada anggaran dadakan, tanpa sebuah proses perencanaan yang baik maka tidak akan lahir pembangunan yang bagus juga. “kabupaten pesawaran memuat 6 prioritas pembangunan, salah satunya yang utama bidang syariat Islam, pendidikan, pertanian, bidang infrastuktur dan lainnya,” pungkas Bupati Kabupaten pesawaran.(DV-NR)

author

Penulis: 

Tinggalkan Balasan